Administrator

HeWi foundation
Office : Pajangan RT 01 RW 16 Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.
Phone. 0815-7883-2020

Jumat, 07 Maret 2014

SAMPAH PUN BISA JADI LADANG PAHALA

Tanpa Anda sadari mungkin Anda pernah membuang begitu saja benda-benda seperti bekas kaleng softdrink, botol sirup, botol air mineral, botol bekas shampoo, sabun dan lain sebagainya ke tempat sampah. Dari tempat sampah paling-paling hanya nunggu diangkut gerobak sampah atau bahkan hanya berakhir di pekarangan belakang rumah untuk dibakar. Jika benda-benda tersebut terbuat dari plastic mungkin bisa habis terbakar, tapi bagaimana dengan kaleng yang tak bisa terbakar atau bahan plastik tertentu yang susah untuk dibakar. Walhasil hanya meninggalkan sisa yang akan mencemari tanah.
                Pernahkah Anda terpikir untuk mengumpulkannya?. Mungkin bagi sebagian orang yang berpikiran sempit akan menganggap Anda sebagai orang yang kurang kerjaan atau bahkan hanya mengotor-ngotori rumah saja. Tapi jika Anda dapat melakukannya maka Anda akan mendapat keuntungan lebih. Bagi yang sampahnya hanya berakhir di pekarangan belakang maka hal tersebut akan mengurangi pencemaran lingkungan. Bayangkan apabila dalam satu hari saja ada satu barang yang dibuang begitu saja maka dalam satu tahun akan ada 365 barang bekas yang akan menumpuk, belum lagi jika dikalikan dengan berapa tahun Anda melakukan hal tersebut. Pasti akan banyak sekali sampah barang bekas yang belum tentu dapat diurai oleh tanah. Selain itu, jika sampah yang Anda hasilkan hanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir Sampah maka Anda dipastikan berperan penting dalam gerakan perusakan lingkungan.
                Lantas apa keuntungan lainnya jika Anda mengumpulkan barang-barang bekas tersebut?. Satu jawaban yang pasti yaitu “Pahala”. Yang perlu Anda siapkan yaitu wadah yang besar, bisa kantong plastik maupun karung bekas. Setiap ada botol atau kaleng atau apa saja yang punya nilai jual namun tak terpakai, bisa langsung dimasukkan ke kantong tersebut. Jika sudah menumpuk banyak maka Anda tinggal memanggil pemulung untuk mengambilnya dengan cuma-cuma. Namun lain ceritanya jika Anda menjualnya ke tukang rongsok. Atau jika ada tetangga Anda yang kurang mampu bisa dimintai tolong untuk menjualkannya kepada tukang rongsok dengan catatan uang hasil penjualan diberikan kepada tetangga tersebut. Mudah bukan??. Anda tak perlu dipersalahkan karena memiliki andil dalam kerusakan lingkungan pun dapat pahala pula dari hasil bersedekah tapi tanpa keluar uang sepeserpun. Jadi intinya kita semua dapat bersedekah walaupun tanpa mengeluarkan uang yang kita miliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar