http://jogja.tribunnews.com/2015/03/20/kirab-ogoh-ogoh-dan-iringan-kesenian-diy-akan-ramaikan-malioboro-sore-ini#
HeWi Info adalah blog yang memberikan informasi kepada Anda mulai dari gaya hidup, politik, pendidikan, ekonomi, dsb. HeWi info dikelola oleh HeWi foundation yang mendedikasikan diri untuk membantu sesama, dengan motto "Satu Untuk Sesama"
Administrator
HeWi foundation
Office : Pajangan RT 01 RW 16 Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.
Phone. 0815-7883-2020
Office : Pajangan RT 01 RW 16 Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.
Phone. 0815-7883-2020
Kamis, 19 Maret 2015
Selasa, 17 Maret 2015
Awal Mula Munculnya Ogoh-Ogoh Dan Maknanya.
Banyaknya versi yang beredar di masyarakat Bali yang menjelaskan
tentang awal mula munculnya ogoh-ogoh. Agak sulit sebetulnya menentukan
kapan awal mula ogoh-ogoh muncul. Namun, diperkirakan ogoh-ogoh tersebut
dikenal sejak jaman Dalem Balingkang. Pada saat itu ogoh-ogoh digunakan
pada saat upacara Pitra Yadnya. Pitra Yadnya adalah upacara pemujaan
yang ditujukan kepada para pitara dan kepada roh-roh leluhur umat Hindu
yang telah meninggal dunia.
Namun ada pendapat lain yang menyebutkan ogoh-ogoh tersebut
terinspirasi dari Tradisi Ngusaba Ndong-Nding di Desa Selat Karangasem.
Perkiraan lain juga muncul dan menyebutkan barong landung yang merupakan
perwujudan dari Raja Jaya Pangus dan Putri Kang Cing Wei (pasangan
suami istri yang berwajah buruk dan menyeramkan yang pernah berkuasa di
Bali) merupakan cikal-bakal dari munculnya ogoh-ogoh yang kita kenal
saat ini. Informasi lain juga menyatakan bahwa ogoh-ogoh itu muncul
tahun 70 – 80-an. Ada juga pendapat yang menyatakan ada kemungkinan
ogoh-ogoh itu dibuat oleh para pengerajin patung yang telah merasa jenuh
membuat patung yang berbahan dasar batu padas, batu atau kayu, namun di
sisi lain mereka ingin menunjukan kemampuan mereka dalam mematung,
sehingga timbul suatu ide untuk membuat suatu patung dari bahan yang
ringan supaya hasilnya nanti bisa diarak dan dipertunjukan.
Makna Yang Terkandung Dalam Pawai Ogoh-Ogoh
Ogoh-ogoh merupakan cerminan sifat-sifat negatif pada diri manusia.
Tradisi ini mengingatkan masyarakat Bali khususnya. Selain itu,
ogoh-ogoh diarak keliling desa bertujuan agar kekuatan negatif yang ada
di sekitar desa agar ikut bersama ogoh-ogoh. Ritual meminum arak bagi
orang yang mengarak ogoh-ogoh di anggap sebagai perwakilan dari sifat
buruk yang ada di dalam diri manusia. Beban dari berat yang mereka
gendong adalah sebuah sifat negatif, seperti cerminan sifat-sifat
raksasa, ketika manusia menyadari hal ini.
Akhir pengarakan
ogoh-ogoh, masyarakat akan membakar figur raksasa ini, boleh jadi
dikatakan membakar (membiarkan terbakar habis) sifat-sifat yang seperti
si raksasa. Ketika semua beban akan sifat-sifat negatif yang selama ini
mengambil (memboroskan) begitu banyak energi kehidupan seseorang, maka
seseorang akan siap memulai sebuah saat yang baru. Ketika segalanya
menjadi hening, masyarakat diajak untuk siap memasuki dan memaknai Nyepi
dengan sebuah daya hidup yang sepenuhnya baru dan berharap menemukan
makna kehidupan yang sesungguhnya bagi dirinya dan segenap semesta.
sumber : https://www.facebook.com/baligembira
Minggu, 15 Maret 2015
SISTEM PENDIDIKAN "KNOWING" VS "BEING"
Para orang tua dan guru yang berbahagia....,
satu hari saya kedatangan seorang tamu dari negeri Eropa, dan seperti biasa setelah tugas-tugas utama kami selesai, saya selalu menawarkan dan mengajak rekan saya untuk berjalan-jalan melihat-lihat keindahan objek-objek wisata kota Jakarta dan sekitarnya.
Dan sepanjang jalan kami terus berbincang-bincang mengenai berbagai hal. Dan pada saat kami ingin menyeberang jalan kawan saya ini selalu berusaha untuk mencari zebra cross untuk tempat kita menyebrang.
Berbeda dengan saya sendiri dan kebanyakan orang Jakarta pada umumnya yang dengan mudahnya menyeberang jalan dimana saja ia suka, bahkan tidak hanya menyebrang jalan, banyak dari mereka yang dengan santainya melompati pagar pembatas jalan yang tingginya hampir satu meter.
Dan sungguh aneh bahwa teman saya ini tetap saja tidak terpengaruh oleh situasi, dan masih saja terus mencari zabra cross setiap kali dia mau menyeberang. Meskipun saya tahu bahwa di Indonesia tidak setiap jalan dilengkapi dengan zebra cross.
Dan yang lebih memalukan lagi adalah bahwa meskipun sudah ada zebra cross tetap saja para pengemudi tidak mau memberikan kita jalan dan tetap menancap gasnya sehingga rekan saya ini sering menggeleng-gelengkan kepalanya tanda begitu kagumnya terhadap prilaku bangsa kita.
Sebuah fenomena yang cukup menggelitik yang tampak nyata di depan saya, perbedaan antara teman saya yang dari Eropa ini dengan saya dan bangsa saya.
Dan pada saat kami sedang beristirahat disalah satu tempat wisata, akhirnya tak tahan lagi bagi saya untuk menanyakan pandangan teman saya ini mengenai fenomena menyebrang jalan tadi, meskipun sebenarnya dalam hati kecil saya merasa agak malu juga.
Saya bertanya mengapa orang-orang di negara kami menyebrang tidak pada tempatnya, meskipun sesungguhnya jika ditanya mereka tahu bahwa Zebra Cross itu adalah tempat untuk menyebrang jalan.
Sementara saya perhatikan, anda selalu konsisten mencari zebra Cross untuk tempat menyebrang meskipun tidak semua jalan di negara kami dilengkapi dengan zebra cross, tanya saya padanya.
Setelah selesai menyantap makan siangnya lalu pelan-pelan dia mulai menjawab pertanyaan saya. Katanya.... Edy...Its all happen because of The Education System. Edy semua ini terjadi penyebabnya adalah karena sistem pendidikan, katanya. Wah.. bukan main kagetnya saya mendengar jawaban rekan saya ini, apa hubungannya antara menyebrang jalan sembarangan dengan sistem pendidikan...? dalam hati saya berpikir.
Lalu teman saya ini melanjutkan penjelasannya, Di dunia ini ada dua jenis sistem pendidikan, yang pertama adalah sistem pendidikan yang hanya menjadikan anak-anak kita menjadi mahluk “Knowing” atau sekedar tahu saja, sedangkan yang lainnya sistem pendidikan yang mencetak anak-anak menjadi mahluk “Being”.
Lalu saya katakan apa maksudnya....?,
Ya kebanyakan sekolah yang ada hanya bisa mengajarkan banyak hal untuk diketahui para siswanya...sementara sekolah tadi tidak mampu membangun kesadaran siswanya untuk mau melakukan apa yang dia ketahui itu sebagai bagian dari kehidupannya.
Sehingga anak-anak tumbuh hanya menjadi “Mahluk Knowing” hanya sekedar mengetahui bahwa zebra cross adalah tempat menyeberang, tempat sampah adalah untuk menaruh sampah tapi mereka tetap menyebrang dan membuang sampah sembarangan.
Ciri-ciri sekolah semacam ini biasanya memiliki banyak sekali mata pelajaran yang diajarkan pada siswanya...hingga tak jarang membuat para siswanya stress dan mogok sekolah, segala macam di ajarkan dan banyak hal yang di ujikan...tetapi tak satupun dari siswa yang menerapkannya setelah ujian dilakukan ya... karena ujiannyapun hanya sekedar tahu saja “Knowing”.
Sementara di negara kami... sistem pendidikan benar-benar di arahkan untuk mencetak manusia-manusia yang tidak hanya tahu apa yang benar akan tetapi mereka juga mau melakukan apa yang benar sebagai bagian dari kehidupannya.
Di negara kami anak-anak hanya di ajarkan 3 mata pelajaran pokok yakni Basic Sains, Basic Art dan Social yang semuanya dikembangkan melalui praktek langsung dan studi kasus terhadap kejadian nyata yang terjadi diseputar kehidupan mereka. sehingga mereka tidak hanya tahu, malainkan mereka juga mau menerapkan ilmu yang diketahuinya dalam keseharian kehidupan mereka.
Anak-anak ini juga tahu persis alasan mengapa mereka mau atau tidak mau melakukan sesuatu. Cara ini mulai di ajarkan pada anak sejak usia mereka masih sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaan yang kelak akan membentuk mereka menjadi mahluk “Being”. Yakni manusia-manusia yang melakukan apa yang mereka tahu benar.
Wow...! sungguh penjelasan yang luar biasa dan telah membuat saya begitu tercengang...! betapa sekolah itu sesungguhnya begitu memegang peran yang sangat penting bagi pembentukan prilaku dan mental anak-anak bangsa. Betapa sebenarnya sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga sertifikasi yang hanya mampu memberi ijazah para anak bangsa.
Ya...kini saya mulai menyadari bahwa sekolah-sekolah kita mestinya lebih di arahkan untuk mencetak generasi yang tidak hanya sekedar tahu tentang hal-hal yang benar tapi jauh lebih penting untuk mencetak anak-anak yang mau melakukan apa-apa yang mereka ketahui itu benar.... Ya...Mencetak manusia-manusia yang “Being”.
Para orang-orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada...,
Mari kita renungkan bersama....
Apakah sekolah-sekolah kita...? ya..! tempat anak-anak kita bersekolah telah menerapkan sistem pendidikan dan kurikulum yang akan menjadikan anak-anak kita untuk menjadi mahluk “Being” atau hanya sekedar menjadi Mahluk “Knowing” saja..?
sumber :
www.ayahkita.blogspot.com
-ayah edy-
Kisah di ambil dari buku Ayah Edy Punya Cerita
satu hari saya kedatangan seorang tamu dari negeri Eropa, dan seperti biasa setelah tugas-tugas utama kami selesai, saya selalu menawarkan dan mengajak rekan saya untuk berjalan-jalan melihat-lihat keindahan objek-objek wisata kota Jakarta dan sekitarnya.
Dan sepanjang jalan kami terus berbincang-bincang mengenai berbagai hal. Dan pada saat kami ingin menyeberang jalan kawan saya ini selalu berusaha untuk mencari zebra cross untuk tempat kita menyebrang.
Berbeda dengan saya sendiri dan kebanyakan orang Jakarta pada umumnya yang dengan mudahnya menyeberang jalan dimana saja ia suka, bahkan tidak hanya menyebrang jalan, banyak dari mereka yang dengan santainya melompati pagar pembatas jalan yang tingginya hampir satu meter.
Dan sungguh aneh bahwa teman saya ini tetap saja tidak terpengaruh oleh situasi, dan masih saja terus mencari zabra cross setiap kali dia mau menyeberang. Meskipun saya tahu bahwa di Indonesia tidak setiap jalan dilengkapi dengan zebra cross.
Dan yang lebih memalukan lagi adalah bahwa meskipun sudah ada zebra cross tetap saja para pengemudi tidak mau memberikan kita jalan dan tetap menancap gasnya sehingga rekan saya ini sering menggeleng-gelengkan kepalanya tanda begitu kagumnya terhadap prilaku bangsa kita.
Sebuah fenomena yang cukup menggelitik yang tampak nyata di depan saya, perbedaan antara teman saya yang dari Eropa ini dengan saya dan bangsa saya.
Dan pada saat kami sedang beristirahat disalah satu tempat wisata, akhirnya tak tahan lagi bagi saya untuk menanyakan pandangan teman saya ini mengenai fenomena menyebrang jalan tadi, meskipun sebenarnya dalam hati kecil saya merasa agak malu juga.
Saya bertanya mengapa orang-orang di negara kami menyebrang tidak pada tempatnya, meskipun sesungguhnya jika ditanya mereka tahu bahwa Zebra Cross itu adalah tempat untuk menyebrang jalan.
Sementara saya perhatikan, anda selalu konsisten mencari zebra Cross untuk tempat menyebrang meskipun tidak semua jalan di negara kami dilengkapi dengan zebra cross, tanya saya padanya.
Setelah selesai menyantap makan siangnya lalu pelan-pelan dia mulai menjawab pertanyaan saya. Katanya.... Edy...Its all happen because of The Education System. Edy semua ini terjadi penyebabnya adalah karena sistem pendidikan, katanya. Wah.. bukan main kagetnya saya mendengar jawaban rekan saya ini, apa hubungannya antara menyebrang jalan sembarangan dengan sistem pendidikan...? dalam hati saya berpikir.
Lalu teman saya ini melanjutkan penjelasannya, Di dunia ini ada dua jenis sistem pendidikan, yang pertama adalah sistem pendidikan yang hanya menjadikan anak-anak kita menjadi mahluk “Knowing” atau sekedar tahu saja, sedangkan yang lainnya sistem pendidikan yang mencetak anak-anak menjadi mahluk “Being”.
Lalu saya katakan apa maksudnya....?,
Ya kebanyakan sekolah yang ada hanya bisa mengajarkan banyak hal untuk diketahui para siswanya...sementara sekolah tadi tidak mampu membangun kesadaran siswanya untuk mau melakukan apa yang dia ketahui itu sebagai bagian dari kehidupannya.
Sehingga anak-anak tumbuh hanya menjadi “Mahluk Knowing” hanya sekedar mengetahui bahwa zebra cross adalah tempat menyeberang, tempat sampah adalah untuk menaruh sampah tapi mereka tetap menyebrang dan membuang sampah sembarangan.
Ciri-ciri sekolah semacam ini biasanya memiliki banyak sekali mata pelajaran yang diajarkan pada siswanya...hingga tak jarang membuat para siswanya stress dan mogok sekolah, segala macam di ajarkan dan banyak hal yang di ujikan...tetapi tak satupun dari siswa yang menerapkannya setelah ujian dilakukan ya... karena ujiannyapun hanya sekedar tahu saja “Knowing”.
Sementara di negara kami... sistem pendidikan benar-benar di arahkan untuk mencetak manusia-manusia yang tidak hanya tahu apa yang benar akan tetapi mereka juga mau melakukan apa yang benar sebagai bagian dari kehidupannya.
Di negara kami anak-anak hanya di ajarkan 3 mata pelajaran pokok yakni Basic Sains, Basic Art dan Social yang semuanya dikembangkan melalui praktek langsung dan studi kasus terhadap kejadian nyata yang terjadi diseputar kehidupan mereka. sehingga mereka tidak hanya tahu, malainkan mereka juga mau menerapkan ilmu yang diketahuinya dalam keseharian kehidupan mereka.
Anak-anak ini juga tahu persis alasan mengapa mereka mau atau tidak mau melakukan sesuatu. Cara ini mulai di ajarkan pada anak sejak usia mereka masih sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaan yang kelak akan membentuk mereka menjadi mahluk “Being”. Yakni manusia-manusia yang melakukan apa yang mereka tahu benar.
Wow...! sungguh penjelasan yang luar biasa dan telah membuat saya begitu tercengang...! betapa sekolah itu sesungguhnya begitu memegang peran yang sangat penting bagi pembentukan prilaku dan mental anak-anak bangsa. Betapa sebenarnya sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga sertifikasi yang hanya mampu memberi ijazah para anak bangsa.
Ya...kini saya mulai menyadari bahwa sekolah-sekolah kita mestinya lebih di arahkan untuk mencetak generasi yang tidak hanya sekedar tahu tentang hal-hal yang benar tapi jauh lebih penting untuk mencetak anak-anak yang mau melakukan apa-apa yang mereka ketahui itu benar.... Ya...Mencetak manusia-manusia yang “Being”.
Para orang-orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada...,
Mari kita renungkan bersama....
Apakah sekolah-sekolah kita...? ya..! tempat anak-anak kita bersekolah telah menerapkan sistem pendidikan dan kurikulum yang akan menjadikan anak-anak kita untuk menjadi mahluk “Being” atau hanya sekedar menjadi Mahluk “Knowing” saja..?
sumber :
www.ayahkita.blogspot.com
-ayah edy-
Kisah di ambil dari buku Ayah Edy Punya Cerita
Gelaran Jogja Eat Free Day Tahun 2015
Baru-baru ini Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar acara yang bertajuk Eat Free Day yang dilaksanakan pada momen car free day pada hari Minggu tanggal 15 Maret 2015 tepatnya di jalan Sudirman (depan toko buku Gramedia). Acara ini menampilkan berbagai kegiatan dimana kegiatan utamanya adalah makan gratis untuk pengunjung yang hadir dan yang lebih menariknya lagi dalam acara tersebut diramaikan oleh 16 hotel terkemuka di Yogyakarta. Dalam gelaran tersebut panitia menyediakan 3.000 voucher makan gratis yang harus ditukarkan pada stan-stan dari tiap hotel.
Selain makan gratis, dalam gelaran tersebut juga diselenggarakan berbagai acara diantaranya atraksi jugling oleh bartender, lomba makan, lomba pentas kreatifitas, dan talk show. Acara tersebut dilaksanakan mulai pukul 06.00 s/d 10.00 WIB.
Situasi pembagian kupon makan gratis.
Admin narsis dikit.
Beberapa stan hotel yang berhasil kejepret.
Sayang banget harusnya bisa jadi ajang promosi menu hotel. Tapi ada juga sih yang menampilkan benar-benar menu hotelnya.
Lomba makan shusi
Aksi Jugling Bartender
Kamis, 12 Maret 2015
Tempat Wisata Unik dan Asik di Jogja
Untuk Anda para wisatawan jika Anda berkunjung atau sengaja berwisata ke suatu tempat, pasti yang Anda cari adalah sesuatu hal yang berbeda dari yang biasa. Untuk itu maka HeWi info menawarkan beberapa tempat tujuan wisata di Jogja yang berbeda dari biasanya.
1. Alun-Alun Selatan
Eit's, jangan salah! Jika alun-alun kidul (selatan) biasa terkenal dengan beringin kembarnya dimana mitosnya jika ada yang bisa berjalan lurus melewati di antara dua beringin dengan mata tertutup maka cita-citanya akan terkabul. Tapi ada wisata unik selain beringin tersebut, yaitu wisata becak hias roda empat. Walaupun disebut becak hias tapi bentuknya sama sekali jauh berbeda dengan wujud becak. Becak hias disini adalah sejenis sepeda yang dimodifikasi dengan bentuk bermacam-macam (rata-rata berbentuk mobil VW kodok) dengan jumlah roda sebanyak empat dan dihiasi lampu berwarna-warni. Becak ini bisa dinaiki sebanyak empat orang. Jangan kaget juga jika Anda berkunjung ke sini karena suara riuh dari sound sistem yang terpasanng di setiap becak menambah ramai suasana. Anda juga bebas memilih musik yang Anda sukai, operator becak akan siap melayani. Usahakan jangan malam minggu jika Anda ingin berkunjung, karena akan sangat ramai sekali. Tarifnya hanya sekitar Rp 40.000,-.
2. Bukit Bintang
Bukit Bintang ini sebenarnya bukan nama sebenarnya, nama Bukit Bintang ini populer setelah ada film yang menyebutkan nama suatu tempat yakni Bukit Bintang dimana dari tempat tersebut Anda bisa melihat pemandangan kota dengan kerlap-kerlip lampu pada malam hari. Bukit Bintang ini terletak di tepi jalan menuju Wonosari, dari kota Jogja hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. Di Bukit Bintang ini Anda dapat menikmati jagung bakar dan segelas teh/kopi sambil menikmati indahnya kota Jogja dari ketinggian. Kami sarankan jika Anda mempunyai dana lebih untuk menginap di satu-satunya penginapan di Bukit Bintang dimana kamarnya langsung menghadap ke kota Jogja. Nama hotelnya yaitu Bukit Indah Hotel. Jangan tertipu karena dari depan hotel ini tampak seperti hotel biasa, namun jika Anda menginap disini kami jamin akan menjadi pengalaman yang sangat romantis apalagi jika Anda menghabiskan malam bersama pasangan. Dihotel ini juga terdapat restoran yang berada dipinggir tebing dan menghadap langsung ke kota Jogja. Menunya lumayan enak dan harganya tak terlalu menguras kantong.
3. Goa Pindul
Obyek wisata ini tergolong baru di wilayah Jogja. Lokasinya ada di wilayah Gunung Kidul. Perjalanan dari kota Jogja ke Goa Pindul kurang lebih 1,5 jam. Goa Pindul sebenarnya sama seperti goa-goa yang lainnya, hanya saja untuk menelusuri goa ini harus menggunakan ban sebagai pelampung atau jika Anda sanggup bisa berenang namun tidak disarankan karena sepanjang goa dipenuhi aliran air. Tips jika Anda akan berkunjung kesini yaitu usahakan Anda bersama orang yang paham jalan menuju ke lokasi karena petunjuk arah yang terpasang ada banyak sekali sehingga membingungkan. Jangan takut jika Anda menggunakan kendaraan roda empat ketika menuju kelokasi tepatnya di jalan Wonosari Anda akan diikuti oleh orang dengan sepeda motor yang terkadang menunjuk-nunjuk ke arah mobil Anda. Mereka bukan begal ya! mereka adalah orang-orang yang menawarkan jasa untuk mengantar ke Goa Pindul, boleh dibilang makelar lah! Namun untuk biayanya kami tidak tahu karena belum pernah menggunakan jasa mereka. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Goa Pindul, Anda dapat browsing di internet.
4. Sindu Kusuma Edupark
Mendengar kata tersebut mungkin terasa asing bagi Anda. Ya memang benar! obyek wisata ini tergolong baru di wilayah Jogja karena baru dibuka/diresmikan bulan Nopember tahun 2014. Konsep dari obyek wisata ini adalah taman bermain sehingga sangat cocok sekali jika Anda sekeluarga berlibur ke Sindu Kusuma Edupark. Wahana yang ditawarkan meliputi : Ferris Wheel (bianglala), Segway (semacam otoped yang dipakai di iklan coklat mete), Bumper car, Flying Chair, Carousel, dll. Tiket untuk tiap wahana berkisar Rp 10.000 s/d Rp 25.000. Kecuali untuk Segway sedikit lebih mahal yakni Rp 50.000. Info selengkapnya http://www.kusuma-edupark.com/?page=wahana
Lokasinya berada di tengah kota yakni JL. Magelang KM 2 (Jl. Jambon) Sinduadi, Mlati, Kab. Slema atau Borobudur Plaza ke utara sedikit nanti akan ketemu jalan ke barat (kiri) itulan jl Jambon. Anda ikuti saja jalan tersebut pasti akan ketemu.
5. Wisata Pantai
Ups! tunggu dulu...pasti yang terbayang dipikiran Anda yaitu Parangtritis, Depok, Baron, Kukup, atau Krakal??. Disini kami informasikan beberapa pantai yang tergolong baru menjadi obyek wisata diantaranya Pantai Drini dimana disana terdapat gugusan pulau karang yang sangat cantik, atau Pantai Watu Kodok yang konon katanya ada batuan karang di tepi laut dengan bentuk menyerupai kodok. Bagi Anda yang hobi memancing mungkin bisa dicoba ke Pantai Wedi Ombo atau yang ingin foto-foto bisa mengunjungi Pantai Pandansari. Di pantai Pandansari terdapat mercusuar setinggi 30 meter dan boleh dinaiki, dan ketika sampai puncak Anda akan disuguhi pemandangan pantai dengan angle yang berbeda. Info lebih lanjut http://www.njogja.co.id/wisata-pantai/pantai-drini-pantai-dengan-pulau-karang-cantik/
view pantai Pandansari
Sementara informasinya hanya itu dahulu, lain waktu akan kami perbaharui.
Buat Neters yang mempunyai info tempat wisata unik dan asik lainya bisa share juga supaya temen-temen lainya yang ingin berkunjung ke Jogja tidak bosan dengan obyek wisata yang itu-itu saja.
Jumat, 06 Maret 2015
Daftar Tempat Wisata di Jogja
Yogyakarta,
salah satu kota tujuan wisata yang ada di Indonesia. Obyek wisata yang
ada di Jogja tak kalah menarik dengan yang ada di Bandung ataupun Pulau
dewata Bali. Selain sebagai tujuan wisata, kota ini juga dijuluki
sebagai kota pelajar karena berbagai macam perguruan tinggi terletak di
Yogyakarta. Jika kalian ingin ke Jogja tak ada salahnya melihat list
berikut sebagai panduan tempat-tempat wisata di yogyakarta.
tempat wisata di jogja seperti Wisata
belanja, kuliner ataupun tempat-tempat bersejarah, Kota Jogja adalah
salah satu tujuan yang tepat. Tapi jika kita sudah bosan dengan kategori
tempat wisata di yogyakarta yang seperti itu, kita bisa menikmati
indahnya alam yang ada di sekitar kota Yogyakarta, seperti deretan
wisata pantai indah yang ada di Gunungkidul, lereng gunung merapi,
berbagai macam gua, atau air terjun yang tersebar di provinsi
Yogyakarta.
Daftar Obyek Wisata Di Yogyakarta
Wisata Belanja- Malioboro
- Pasar Beringharjo
- Mal Malioboro
- Ambarukmo Plaza
- Pasar Klithikan
- Kerajinan Gerabah Kasongan
- Pasar Seni Gabusan
- Tas Rajut Dowa
- Kerajinan Perak Kotagede
- Coklat Monggo Kotagede
- Candi Borobudur
- Candi Prambanan
- Candi Mendut
- Candi Abang
- Candi Ijo
- Candi Kedulan
- Candi Sabisari
- Candi Ratu Boko
- Candi Pawon
- Candi Plaosan
- Candi Sari
- Pantai Parangtritis
- Pantai Indrayanti
- Pantai Samas
- Pantai Baron
- Pantai Parangkusumo
- Pantai Drini
- Pantai Kukup
- Pantai Krakal
- Pantai Sepanjang
- Pantai Depok
- Pantai Ngobaran
- Pantai Sepanjang
- Pantai Kuwaru
- Pantai Trisik
- Kaliurang
- Lereng Merapi
- Gumuk Pasir Parangtritis / Samas
- Kaliadem
- Gunung Purba Nglanggeran
- Puncak Suroloyo
- Gua cerme
- Gua Pindul
- Gua Selarong
- Air Terjun Gedangan
- Air Terjun Sri Gethuk
- Air Terjun Parangtritis
- Air Terjun Tlogomuncar
- Air Terjun Goa Cerme
- Air Terjun Jogan
- Air Terjun Sidoharjo
- Tlogomuncar
- Curug Nglinggo
- Grojogan Watu Jonggol
- Grojogan Banyu Tibo
- Keraton Yogyakarta
- Taman Sari
- Museum Sonobudoyo
- Museum Dirgantara Mandala
- Monumen Jogja Kembali
- Benteng Vredeburg
- dan berbagai museum yang tersebar di wilayah DIY.
- Kebun Binatang Gembiraloka
- Tugu Golong Gilig Jogja
- Alun Alun Kidul
- Taman Pintar
- Taman Pelangi
- Bukit Bintang
- Kids Fun
- Gumuk Pasir (Sand dune) pantai samas dan parangtritis.
Untuk harga tiket masuk berbagai tempat wisata di Jogja bisa mengunjung link ini
Mungkin belum semua tempat wisata di Yogyakarta telah saya sebutkan, Untuk itu mohon bantuan kepada sahabat yang ingin menambahnya bisa kirim komentar dibawah. Selamat travelling
Rabu, 04 Maret 2015
Resep Membuat Bubur Ayam
Resep Bubur Ayam
Bahan-bahan bubur :
- 250 gram beras putih
- 2 liter kaldu ayam
- 2 lembar kaldu ayam
- 2 sendok teh garam
Bahan kuah bubur ayam :
- 1 ekor ayam kampung
- 750 ml air
- 1 sendok teh garam
- 2 sendok makan minyak
- 1/2 sendok teh lada
- 1/2 biji pala
- 3 sendok makan kecap manis
Bumbu halus :
- 8 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 cm kunyit
- 1 sendok ketumbar
- 5 butir kemiri
Bahan Pelengkap :
- ayam goreng suwir
- cakwe iris tipis
- seledri iris tipis
- kedelai goreng
- kerupuk/emping
Cara membuat :
1. Rebuslah ayam dengan air dan garam hingga lunak, ambil sebagian kaldunya dan sisakan untuk kuah.
2. Masak beras putih dengan air kaldu ayam dan daun salam hingga beras pecah lalu masukkan garam, masak terus hingga menjadi bubur. Tambahkan air matang jika bubur terlalu kental.
3. Panaskna minyak lalu tumis bumbu halus hingga harum dan matang lalu masukkan tumisan bumbu tersebut kedalam rebusan ayam tadi tunggu sampai mendidih kembali lalu masukkan pala, lada, dan kecap.
4. Setelah cukup matang, tiriskan ayam lalu goreng hingga kecoklatan. Lalu suwir-suwir.
5. Susunlan bubur dan pelengkapnya sesuai dengan selera.
Bahan-bahan bubur :
- 250 gram beras putih
- 2 liter kaldu ayam
- 2 lembar kaldu ayam
- 2 sendok teh garam
Bahan kuah bubur ayam :
- 1 ekor ayam kampung
- 750 ml air
- 1 sendok teh garam
- 2 sendok makan minyak
- 1/2 sendok teh lada
- 1/2 biji pala
- 3 sendok makan kecap manis
Bumbu halus :
- 8 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 1 cm kunyit
- 1 sendok ketumbar
- 5 butir kemiri
Bahan Pelengkap :
- ayam goreng suwir
- cakwe iris tipis
- seledri iris tipis
- kedelai goreng
- kerupuk/emping
Cara membuat :
1. Rebuslah ayam dengan air dan garam hingga lunak, ambil sebagian kaldunya dan sisakan untuk kuah.
2. Masak beras putih dengan air kaldu ayam dan daun salam hingga beras pecah lalu masukkan garam, masak terus hingga menjadi bubur. Tambahkan air matang jika bubur terlalu kental.
3. Panaskna minyak lalu tumis bumbu halus hingga harum dan matang lalu masukkan tumisan bumbu tersebut kedalam rebusan ayam tadi tunggu sampai mendidih kembali lalu masukkan pala, lada, dan kecap.
4. Setelah cukup matang, tiriskan ayam lalu goreng hingga kecoklatan. Lalu suwir-suwir.
5. Susunlan bubur dan pelengkapnya sesuai dengan selera.
Langganan:
Postingan (Atom)












